THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Sabtu, 08 Agustus 2009

Bawang putih


Komponen bioaktif dari suatu bahan pangan memegang peranan penting dalam memberikan efek kesehatan. Komponen aktif yang terdapat pada bahan

tanaman dikenal dengan istilah fitokimia. Pengertian fitokimia adalah suatu bahan dari tanaman (phytos = tanaman), yang dapat memberikan fungsi-fungsi fisiologis untuk pencegahan penyakit. Bahan yang dimaksud adalah senyawa kimia berupa komponen bioaktif yang dapat digunakan untuk pencegahan atau pengobatan penyakit. Karena banyaknya komponen-komponen yang terkandung di dalam bawang putih menyebabkan metode persiapan dan ekstraksi (lama dan metode ekstraksi serta jenis pelarut) memegang peranan penting untuk mendapatkan komponen bioaktif dari bawang putih.

Pelarut (solvent) yang sering digunakan adalah ethanol, methanol, aseton, dan air atau kombinasinya. Komponen-komponen bioaktif yang terdapat di bawang putih bekerja secara sinergis satu sama lain untuk menimbulkan efek kesehatan.
Diantara beberapa komponen bioaktif yang terdapat pada bawang putih, senyawa sulfida adalah senyawa yang banyak jumlahnya. Senyawa-senyawa tersebut antara lain adalah dialil sulfida atau dalam bentuk teroksidasi disebut dengan alisin. Sama seperti senyawa fenolik lainnya, alisin mempunyai fungsi fisiologis yang sangat luas, termasuk diantaranya adalah antioksidan, antikanker, antitrombotik, antiradang, penurunan tekanan darah, dan dapat menurunkan kolesterol darah. Data epidemiologis juga menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara konsumsi bawang putih dengan penurunan penyakit kardiovaskuler, seperti aterosklerosis (penumpukan lemak), jantung koroner, dan hipertensi.
Bawang putih juga terbukti dapat menghambat pertumbuhan dan respirasi fungi patogenik. Daya antimikroba tinggi yang dimiliki bawang putih dan bawang Bombay dikarenakan kandungan alisin dan senyawa sulfide lain yang terkandung dalam minyak astiri bawang putih dan Bombay. Pengujian aktivitas antimikroba bawang putih pertama kali dilakukan oleh Cavalito dan Bailey pada tahun 1944. Dialil sulfide dan dialil polisulfida (komponen flavor utama bawang putih) tidak menunjukkan aktivitas antimikroba. Namun alisin menunjukkan aktivitas penghambatan bagi pertumbuhan bakteri gram positif dan gram negative (Hirasa & Takemasa 1998).
Suharti (2004) meneliti tentang sifat antibakteri bawang putih terhadap bakteri Salmonella typhimurium. Hasilnya adalah serbuk bawang putih dengan konsentrasi 5% dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang setara dengan tetrasiklin 100 µg/ml. Penelitian Safithri (2004) menunjukkan bahwa ekstrak air dan etanol bawang putih dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. agalactie, S. aureus, dan e. coli. Ekstrak air bawang putih dengan konsentrasi 20% mempunyai aktivitas antibakteri yang sama dengan ampicillin 5 µg terhadap S. agalactie, S. aureus, dan e. coli. Ekstrak etanol bawang putih pekat mempunyai aktivitas anti bakteri lebih lemah dari ampicillin 5 µg terhadap S. agalactie, S. aureus, dan e. coli.

thnks 4 read.,.,.,


Read More......

Kunyit


Kunyit
Rimpang kunyit yang matang mengandung beberapa komponen antara lain minyak volatil, campuran minyak (lemak), zat pahit, resin, protein, selulosa, pati, dan beberapa minyak.Komponen utaKomponen utamanya adalah

pati dengan jumlah berkisar antara 40-50% dari berat kering. Kunyit mempunyai rasa dan bau yang khas, yaitu pahit dan getir serta barbau langu. Kunyit berwarna kuning atau jingga pada bagian dalamnya dan berwarna kecoklatan serta bersisik pada bagian luarnya serta mempunyai tekstur yang keras tetapi rapuh .

Diantara semua genus curcuma, kunyit merupakan jenis yang paling banyak kegunaannya. Menfaat kunyit antara lain sebagai bahan bumbu dalam berbagai masakan, bahan pembuat ramuan untuk mengobati berbagai jenis penyakit pada manusia, bahan baku industri jamu dan kosmetika, bahan penunjang industri teknik dan kerajinan, dan desinfektan untuk mengawetkan benih yang disimpan.
Kunyit dapat digunakan sebagai obat dalam maupun luar. Kunyit sebagai obat luar berfungsi untuk mengobati eksim, bengkak, rematik, dan memperlancar air susu ibu. Sedangkan sebagai obat dalam, kunyit digunakan untuk mengobati panas, demam, diare, gusi bengkak, kencing manis, hepatitis, dan untuk membersihkan rahim baik pada wanita yang baru melahirkan maupun setelah mendapat haid.
Kunyit bersifat bakterisidal terhadap bakteri gram positif, yaitu Lactobacillus fermentum, L. bulgaricus, Bacillus cereus, B. subtilis, dan B.megaterium Kunyit mengandung lebih dari satu senyawa yang bersifat bakterisidal. Salah satu senyawa tersebut adalah senyawa kurkumin yang merupakan senyawa golongan fenol yang terdiri dari dua cincin fenol simetris dan dihubungkan dengan satu rantai hiptadiena (Suwanto 1983 diacu dalam Sihombing 2007). Senyawa fenol menghambat pertumbuhan mikroba dengan cara merusak membrane sel yang akan menyebabkan denaturasi protein sel dan mengurangi tekanan permukaan sel.
smoga puas.,.,
thnks 4 read.,.,.,..,


Read More......

Jahe


Jahe (Zingiber officinalis) adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan

bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron. Aroma jahe disebabkan oleh minyak atsiri sedangkan kandungan oleoresinnya menyebabkan rasa pedas (Koswara 1995).
Komposisi kimia jahe dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.
Ekstrak jahe mempunyai daya antioksidan yang dapat dimanfaatkan untuk mengawetkan minyak dan lemak. Enzim protease pada rimpang jahe menyebabkan jahe ini dapat dimanfaatkan untuk melunakkan daging sebelum dimasak. Rimpang jahe banyak digunakan untuk radang lambung, masuk angin, menambah nafsu makan, muntah-muntah, kolera, sakit perut, rematik, bengkak-bengkak, terkilir, difteri, memperlancar peredaran darah, gangguan syaraf, dan penghangat badan (Koswara 1995).

Jumlah
Komponen
Jahe segar Jahe kering
Energi (KJ) 184,0 1424,0
Protein (g) 1,5 9,1
Karbohidrat (g) 1,0 6,0
Lemak (g) 10,1 70,8
Kalsium (mg) 21 116
Fosfor (mg) 39 148
Besi (mg) 4,3 12
Vitamin A (SI) 30 147
Vitamin C (mg) 4 -
Serat kasar (g) 7,53 5,9
Total abu (g) 3,70 4,7
itu tadi seputar tentang jahe,mungkin bermanfaat bagi pembaca terima kasih.,.,


Read More......

Tomat


Hampir semua orang mengenal tomat (Licopersicum esculentum). Buah yang tanpa kenal musim ini ternyata mengandung beragam nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Beragam penelitian menunjukan tomat bermanfaat untuk kesehatan jantung serta penangkal

radikal bebas.

Selain sebagai bahan makanan, ia juga bisa membuat penampilan kita lebih menarik, menyehatkan badan, bahkan mengobati macam-macam penyakit.
Pernah ada satu cerita dari salah seorang remaja.
Orang memberikan testimoninya tentang masalah jerawat menahun. Berbagai cara telah ia coba, sayangnya ia belum mendapatkan hasil cukup memuaskan.
Sampai kemudian ia membaca sebuah buku yang di dalamnya disebutkan tomat dapat mengatasi jerawat. Caranya, tomat yang telah masak dipotong-potong lalu digosokkan secara perlahan pada wajah yang berjerawat. Setiap hari ia rajin melakukan perawatan dengan cara tersebut. Sebulan kemudian, akunya, wajahnya sudah bebas dari jerawat.

Ternyata, kandungan tomatine pada tomat berkhasiat anti-radang. Tomat juga mengandung karoten dan vitamin C yang berkhasiat sebagai antioksidan. Sementara asam sitratnya juga mengangkat kotoran dan lemak pada wajah berjerawat.

Manfaat buah tomat:
1.sebagai salah satu sumber antioksidan alami
2.Mencegah penggumpalan darah
3.sebagai penangkal radikal bebas
4.menjaga kesehatan jantung

Tabel Kandungan Gizi Tomat/100 g
Tomat Masak
Kalori 20 kal
Protein 1.0 g
Lemak 0.3 g
Karbohidrat 4.2 g

Kalsium 5 mgVitamin A 1500 SI
Viamin C 40 mg


Read More......

Blueberries



Blueberries
Blueberries Dapat Menghapus Lemak Perut
dibandingkan dengan yang diberi diet lemak tinggi.
Meski sudah banyak penelitian yang diperlukan untuk mengkonfirmasi hasil padamanusia, studi yang berhubungan menyajikan di konferensi yang sama dengan menunjukkan bahwa orang dengan faktor resiko penyakit jantung yang minum jus blueberry liar selama tiga

bulan tampaknya mengalami sedikit peningkatan dalam kontrol glukosa dan insulin.

Dalam studi ini, yang disajikan di Experimental Biology 2009, para peneliti memberi makan tikus agar menjadi obese baik dengan lemak tinggi atau rendah lemak dengan memperkaya bubuk seluruh butiran blueberry atau karbohidrat hampir 2% dari total diet mereka.
Setelah 90 hari, tikus yang makan blueberries telah memiliki kurang lemak perut, kolesterol rendah, dan meningkatkan kontrol glukosa dan sensitifitas insulin. Dua faktor yang kemudian adalah tanda dari seberapa baik tubuh memproses gula untuk energi dan yang terkait dengan resiko diabetes.
Manfaat kesehatan dari blueberries yang nyata ini dalam tikus dengan membidik baik diet tinggi kaya lemak dan rendah lemak dengan bubuk blueberry. Tetapi manfaat yang besar di antara yang makan diet rendah lemak.
Di samping manfaat kesehatan jantung lainnya dari blueberries, tikus yang diberi diet blueberry yang rendah lemak juga kehilangan berat badan dan massa lemak
Mungkin itu yang sering kita dengar,tapi ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa buah ini memiliki cukup banyak manfaat bagi kesehatan.
Selain dapat meningkatkan kesehatan jantung,juga dapat menghapus lemak perut.
Jadi berbahagialah bagi kalian yang sring di panggil sebagai pejantan tambun.
Sebuah studi menunjukkan bahwa tikus yang makan diet kaya blueberries kehilangan lemak perut - jenis lemak yang dihubungkan dengan penyakit jantung dan diabetes - serta mengalami manfaat kesehatan lainnya seperti menurunkan kolesterol dan meningkatkan kontrol glukosa meskipun diet mereka bukan untuk itu sebaliknya untuk kesehatan jantung.
"Beberapa pengukuran telah diubah oleh blueberry meskipun tikus dalam diet lemak yang tinggi," peneliti E. Mitchell Seymour, MS, dari University of Michigan’s Cardioprotection Research Laboratory, mengatakan dalam rilis berita.
Peneliti mengatakan hasil ini menyatakan bahwa blueberries kaya akan anti oksidan yang dapat mengubah cara tubuh menyimpan dan memproses glukosa atau gula untuk energi, sehingga mengurangi resiko keduanya penyakit jantung dan diabetes.
"Manfaat dari makan buah-buahan dan sayuran sudah baik menurut penelitian, tetapi temuan kami dalam hal blueberries ini menunjukkan terjadi secara alami kandungan bahan kimia mereka, seperti anthocyanins, yang menunjukkan janji dalam meredakan kondisi kesehatan," peneliti Steven Bolling, MD, dari Universitas Michigan, mengatakan dalam rilis.
Blueberries Meningkatkan Kesehatan Jantung


Read More......

Anggur


Anggur

Mungkin kita sering mendengar bahkan sering kita jumpai di sekitar kita,buah ini selain memiliki rasa yang manis juga memiliki manfaat bagi tubuh kita,terutama bagi orang yang ingin menurunkan kadar kolesterolnya.,.,

Selain itu juga dapat di gunakan untuk mencegah terjadinya osteoporosis,dan


banyak lagi manfaat yang lain.


Manfaat buah anggur bagi tubuh :
1. melancarkan pergerakan feses di dalam usus, mencegah konstipasi
2. melancarkan buang air kecil
3. mengobati sembelit
4. mencegah osteoporosis
5. melancarkan peredaran darah
6. melawan virus dan infeksi
7. menurunkan kadar kolesterol
8. membantu fungsi ginjal
9. mencegah kanker

Kandungan yang bermanfaat dari buah anggur :

1. Magnesium
2. Laksatif
3. Potassium
4. Kalsium


Read More......

Lengkuas


Lengkuas



Di banyak Negara Asia, rimpang lengkuas digunakan sebagai bumbu masak. Lengkuas juga banyak dimanfaatkan sebagai
agai obat karena lengkuas memiliki sifat anti fungi, anti tumor, analgenikum, dan

anti kembung. Lengkuas biasanya
digunakan sebagai obat penyakit kulit, sakit perut, radang tenggorokan, diare, sariawan, dan herpes (Sinaga 2000). Aree et al. (2005) menyatakan bahwa ekstrak lengkuas yang larut etanol mengandung komponen asetokavikol asetat, p-coumaril siasetat, asam palmitat, eugenol, asetosiugenol asetat, bisabolene, farnesen, dan eskuifelandren yang merupakan komponen terpenoid. Lengkuas juga mengandung komponen fenolik, ester asam lemah, asam lemak, terpen, dan lain-lain.
Lengkuas muda berumur 3-4 bulan memiliki aktivitas antimikroba yang lebih tinggi dibandingkan lengkuas tua yang berumur 12 bulan. Aktivitas yang tinggi ini disebabkan komponen larut air pada lengkuas jenis merah yang muda lebih besar dibandingkan pada lengkuas tua. Komponen bioaktif lengkuas yang bersifat larut air adalah golongan senyawa fenolik (Robinson 1995 di acu dalam
Rahayu 1999). Pratiwi (1992) diacu dalam Sukmawati (2007) rimpang lengkuas merah dan putih dapat menghambat pertumbuhan bakteri maupun jamur, pada Staphylococcus aureus dan Candida albicans dengan 0,871 mg/ml dan pada Bacillus subtilis dan Mucor gypseum dengan 1,741 mg/ml.



Read More......